Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Kerja Proyek Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja Proyek Jaringan. Tampilkan semua postingan

Kerja proyek ( BAB VII MENGANALISI ORGINALITAS RANCANGAN KERJA PROYEK YANG AKAN DIKERJAKAN )

| Kamis, 15 November 2018
Baca selengkapnya »

BAB VII
MENGANALISI ORGINALITAS RANCANGAN KERJA PROYEK YANG AKAN DIKERJAKAN

1.      PENGERTIAN ANALISIS DAN PERENCANAAN
perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan. (Coco, 2013)
terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutma dalam menghadapi lingkungan eksternal yangberubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).

2.      PENGERTIAN PROYEK
Proyek merupakan pekerjaan yang tidak sederhana dan memiliki tujuan spesifik dan bersifat sementara. Proyek harus didefinisikan kapan dimulai dan kapan selesainya. Proyek bukanlah sebuah proses yang berkelanjutan. Proyek memerlukan alat bantu kontrol. Alat bantu seperti “gantt charts” atau “PERT charts” diperlukan dalam sebuah proyek untuk mengukur dan pengendalian. Proyek memiliki sponsor utama. (Ilmu, 2015)
3.      MODEL LENGKAP DAN COCOK
Langkah Menyusun Rancangan Proyek
3.1  Rencanakan sebuah pekerjaan dengan pertimbangan yang logis. Penyusunan sebuah skema yang efektif untuk sebuah proyek mungkin terlihat sebagai sebuah pekerjaan yang berat. Pada prakteknya, penyusunan skema proyek ini sebenarnya adalah sebuah prosedur yang sangat penting.
3.2  Siapkan sebuah daftar untuk pemeriksaan hasil kerja. Meskipun masing-masing direktur mungkin mempunyai pendekatan dan cara pemantauan proyek yang berbeda-beda, beberapa jenis industri, perusahaan, dan bisnis biasanya menggunakan daftar pemeriksaan sebagai landasan awal untuk menyusun rencana kerja bagi proyek mereka.
3.3  Susunlah rencana secara rinci. Penyusunan rencana proyek yang baik dapat dilakukan dengan menentukan apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.
3.4  Lakukanlah analisis risiko. Rancangan sebuah proyek yang efisien membutuhkan sebuah analisis atas risiko yang mungkin timbul. Setiap faktor risiko harus diperhitungkan/dianalisis
3.5  Lakukanlah penyesuaian selama proyek berjalan. Setelah rencana proyek disusun, lakukan peninjuauan dan penyesuaian yang dibutuhkan sampai rencana ini dipastikan bisa terlaksana dan mencapai hasil yang diinginkan.
3.6  Siapkan sebuah jadwal kerja dalam format yang jelas yang mampu memberikan target waktu dari seluruh pekerjaan.
3.7  Buatlah kesepakatan terlebih dahulu
3.8  Lakukan pemeriksaan ulang atas finalisasi rencana proyek. (Fandi, 2016)
4.      KETEPATAN ASUMSI
asumsi adalah peluang, artinya kita bisa banyak belajar tentang kesadaran, baik itu bentuk bentuk kejiwaan ataupun cara pikir atau pemikiran yang berragam, dengan tujuan memperkaya khazanah keilmuan dan kesadaran dalam diri kita. Hal seperti ini sangat bertolak belakang dengan cara pandang benar-salah dan maksud maksud dari ego ontologis, sebab, yang seperti ini adalah perjalanan kemakhluqan kita. (Rohman, 2014)
Persyaratan yang harus dipenuhi penerapan analisis jaringan kerja antara lain:
4.1          Model harus lengkap. Analisis jaringan kerja merupakan model yang kompleks yaitu mencakup informasi kegiatan, informasi sumber daya yang dibangun dalam diagram jaringan kerja (network diagram).
4.2          Model harus cocok. Tentunya diagram jaringan kerja proyek pelatihan guru berlaku untuk proyek itu sendiri, tidak untuk proyek pembangunan jembatan.
4.3          Asumsi yang dipakai tepat. Analisis jaringan kerja harus menggunakan asumsi, karena ketepatan asumsi sangat mempengaruhi keberhasilan analisis jaringan kerja.
4.4          Sikap pelaksanaan. Sikap pelaksanaan proyek diharapkan dan tentunya dianggap menjadi pendukung penyelenggaraan proyek. Di dalam analisis jaringan kerja juga memiliki tahapan di dalam penerapan analisis (Ahmad, 2013)
5.      Sikap Pelaksanaan
Keterlibatan Manajer proyek dalam pelaksanaan pekerjaan proyek sangat dominant, sehingga kegagalan dalam pelaksanaan akan berdampak terhadap pembiayaan, kinerja serta kredibilitas perusahaan jasa konstruksi. Sikap mental seorang manajer Proyek merupakan salah satu hal penting yang disyaratkan bagi keberhasilan suatu proyek, sikap mental yang positif akan menjauhkan seorang manajer Proyek dari tindakan-tindakan negatif yang merugikan keberhasilan proyek dan hal yang tak kalah penting untuk menunjang keberhasilan kinerja manajer proyek adalah lingkungan kerja yang positif dan kondusif. (Sudrajat)


              

Kerja proyek ( BAB VII MENGANALISI ORGINALITAS RANCANGAN KERJA PROYEK YANG AKAN DIKERJAKAN )

Posted by : Nanda Annisa
Date :Kamis, 15 November 2018
With 0coment�rios

Kerja proyek BAB VI ( MENGKAJI ULANG RANCANGAN KERJA PROYEK YANG TERPILIH BERSAMA TIM DAN PEMBIMBING SESUAI DENGAN PENGEMBANGAN SIKAP PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN )

|
Baca selengkapnya »

BAB VI
MENGKAJI ULANG RANCANGAN KERJA PROYEK YANG TERPILIH BERSAMA TIM DAN PEMBIMBING SESUAI DENGAN PENGEMBANGAN SIKAP PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN


1. Pengertian Perencanaan
Perencanaan ( Planning ) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya ( Atharmadhana, 2014 ).
Model Rancangan adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pengembangan ide proyek. ( Kewarganegraan, 2015 ).

2. Ketepatan Asumsi
Asumsi adalah faktor, tujuan perencanaan juga merupakan pertimbangan yang akan menjadi benar, nyata atau tertentu. Asumsi mempengaruhi semua aspek rencana proyek, dan merupakan bagian dari elaborasi progresif proyek. Tim proyek sering mengidentifikasi, mendokumentasi dan memvalidasi asumsi sebagai bagian dari proses perencanaan. Sebagai contoh, jika tanggal ketersediaan orang utama tidak menentu, tim dapat mengasumsikan spesifik tanggal mulainya. Asumsi umumnya melibatkan tingan risiko.
( Abdillah, 2015 ).

3. Sikap Pelaksanaan
Seorangan wirausaha harus berbuat dan bekerja prestatif. Prestatif artinya seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju ( Ambition Drive ). Ciri khusus perilaku kerja prestatif adalah ingin selalu maju disegala bidang.
Wirausaha yang kerjanya secara prestatif memiliki kegemaran dan kegilaan pada usahanya atau bisnisnya. Disini seorang wirausaha memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya tidak lepas dari usahanya atau bisnisnya. ( Griselda, 2013 ).

Sumber : https://12tekajeku.blogspot.com/2017/08/kd-36-46_2.html





Kerja proyek BAB V ( MENGANALISIS KERJA PROYEK BERSAMA TIM UNTUK MENENTUKAN TOPIK KERJA PROYEK YANG AKTUAL DAN SELARAS DENGAN SARAN DAN PRASANA SEKOLAH )

|
Baca selengkapnya »

BAB V
MENGANALISIS KERJA PROYEK BERSAMA TIM UNTUK MENENTUKAN TOPIK KERJA PROYEK YANG AKTUAL DAN SELARAS DENGAN SARAN DAN PRASANA SEKOLAH

1. Managable topic (mempunyai kesanggupan, menguasai pokok masalah)
Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”
Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan:
1.1  Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dan kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan?
1.2  Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?
1.3  Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah?
1.4  Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut?
Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.
2. Obtanable Data (Mendapatkan data, Berl)
Suatu topic yang sangat baik belum menjadi jaminan bahwa data-datanyayang tersedia telah mencukupi di dalam penelitiannya, karena data sangat dibutuhkan, baik untuk mengembangkan dan menguji hipotesis.
Selanjutnya untuk mengembangkan hipotesis juga tidak hanya data semata-mata saja yang dibutuhkan, tetapi juga buku-buku, bulletin, majalah, Koran, dan sebagainya sangat dibutuhkan sekali. Demikian pula guna menguji kebenaran hipotesis, mahasiswa harus pergi ke lapangan.
Karena itu, buku-buku bacaan dan teknik pengumpulan dta yagn valid (shohih) dan reliable (dapat dipercaya), gharuslah dikuasai sebaik-baiknya, disamping juga factor lain, misalnya: factor pribadi dan factor-faktor lain di luar haruslah mendapat perhatian sepenuhnya dari si peneliti sendiri.
3. Significance of Topic (maksud, berarti)
Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian adalah:
3.1  Dapatkah pembahasan topic tersebut memberikan sumbangan yang cukup berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada?
3.2   Apakah tidak mungkin bahwa penelitian tersebut hanya dipublikasi saja?
3.3  Mungkinkah penelitian tersebut merupakan pengecekan kembali dari penelitian yang pernah diadakan atau penguji ulangan?
3.4  Apakah topic tersebut betul-betul perlu diteliti karena mempunyai kegunaan yang praktis bagi masyarakat?
4. Interested Topic (Menarik minat)
Reseacher (peneliti) haruslah pandai-pandai membangkitkan esmangat minatnya sendiri terhadap suatu topic yang akan diteliti dan dibahasnya. Tanpa adanya minat yang besar, maka semua usahanya tak akan berhasil, bahkan sia-sia saja.
Oleh sebab itu, yang perlu menjadi perhatian adalah:
4.1   Dengan topic yang telah dikemukakan maka minatnya haruslah dibangkitkan sebaik-baiknya, agar penelitian dapat dixselesaikan dengan sukses
4.2  Tentu saja kesuksesan tersebut tanpa diikuti suatu keinginan yang menyimpang. Mendorong timbulnya minat yang kuat tersebutm, semata-mata untuk mencari scientidfic truth, bukan untuk “membuktikan kebenaran” pendapat pribadi dimana kemungkinan hal itu dilakukan tanpa kesenagajaan karena dinilai kurang objektif.
4.3  Data dikumpulkan sepanjang dapat memperkuat pendapat prhibadi, sehingga sekiranya melemahkan atau bertentangan, data tersebut dilenyapkan/dihilangkan. Bila telah memilih kerelaan untuk bekerja tanpa prasangka (merasa benar sendiri)
5. Mengembangkan Problematik
Tidaklah heran kalau mahasiswa merasa bingung untuk menemukan atau  problematic suatu penelitian yang ingin dilaksanakan. Mahasiswa yang sedang mencari dan mengembangkan problematic umumnya merasa gelisah bahkan cemas. Mengapa demikian? Hal ini terjadi kemungkinan besar karena kurang luasnya pengetauan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti disamping kelemahan metodologi. Oleh sebab itu perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini:
5.1  Usahakan menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kerja samannya.
5.2  Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku banyak relevansinya dengan spesialisasinya, secara kritis, disamping gemar mendengarkan kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, secara seksama dan berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
5.3  Sikap rajin mencari bahan-bahan penelitian yang mutakhir.
5.4 Usaha menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya

Sumber:
Amirul Hadi, 1998, Metodologi Penelitian Pendidikan II, Pustaka Setia: Bandung


← Prev
▲Top▲